Senin, 11 Maret 2013

Menatap Senja Kala kau Tau Cinta

hai. saat ini di mataku sedang memandang senja . seperti biasa seperti di sore yang lainnya .
aku mulai mnegetikan sepenggal nafas dengan hati yang tak paham
mungkin dikebanyakan wanita lainnya yang sedang merasa apa itu hati yang tiada daya .
di dalam sana tersimpan banyak kenangan . banyak rasa dan satu nama .
aku mulai mengulik alur yang namanya cinta .
saat ini hatiku masih sakit dengan apa yang disebut perpisahan .
masih merasa mengambang saat apa itu yang namanya kenangan .
bukan manusianya , kenangnannya yang buat sesak-

aku mulai tahu apa merindukan .
dia yang sulit kembali saat tiang-tiang sekolah menjadi saksi bisu . saat senja sore meramaikan canda kita-
atau saat seragam tahu bagaimana perasaan suka kita.

sakit . tentu .
setalah bertahun-tahun yang mungkin kamu rasa sia-sia .
penuh harap namun lebur .
sudah kubilang pada hatiku sendiri .
wanita jgn terlalu mencinntai . tapi si hati sangat bodoh tidak mau tahu apa yang ku katakan .
aku juga sudah berkata sama hati .
jgn mengharapkan org yg engga bs kamu harapkan . sakitnya .
aku perempuan . perasaannya lain .

saa kamu merasa berhak bahgia atas cinta , dan kamu mulai tak merasakan .
saat seharusnya kamu bangga dengan cinta yg ada namun kini lenyap .
hap . hilang .
kenangan . dirinya . sifatnya . suaranya . kebiasaannya .
mungkin kini bukan tanganku yang kamu genggam lg , mungkin bukan rambutku yang kamu belai lagi , atau bukan hidung ku yang suka kamu cubit kecil , bukan parfum,bau kamu yang menghiasi saat kita berjalan.
atau bukan aku yg menemani senjamu , melukiskan malam mu .
bagaimana kamu bisa sedangkan aku tidak ?
pernah kah kamu menengok .. dibelakang sana kenangan yang menimbun . kenangan yang enggan memudar di hati ku - walau entah bagimana hatimu .

senja mulai turun .
ku berhenti mengetikan rasa rindu yang bukan miliku .
selamat senja . kamu .
hariku akan terang - meski tanpa aku .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar