Rabu, 29 Mei 2013

Maya

beberapa hari yang nampak gamang .
sendu .

saya berharap tiada lagi satu suasana , dan beberapa perasaan yg terlibat .
tapi tidak .

beberapa hal yg saya tahu . ketulusan tanpa memandang suatu kenyataan .

kata mereka saya bodoh . naif . bego . atau apalah persamaan kata goblok .
bagaimana saya bisa larut dalam perasaan yg seharusnya tidak ada .

dia adalah maya .
tidak saya lihat , tidak saya genggam , tidak saya pandang apalagi saya sentuh .
tapi dia ada . dia penempat ruang kosong disudut sana , hati .

hari saya menjadi gerak lambat .
dihadapkan seluruh fakta atas kebohongan .

mereka datang . memberi kesaksian.
mereka datang . memberi seluruh kenyataan .

mereka mengkasihani hati saya .
tidak .
saya menyebut saya keledai .
saya memaafkan .
bersumpah tiada yg merubah kenyamanan hati saya meski dihadapkan kebohongan .

saya sulit untuk menjadi nyaman . saya sulit meninggal
kan apa yg sudah saya yakini itu rasa nyaman .

meski nanti saya tahu . saya harus pergi . melanjutkan dunia yg seharusnya bagian saya .
merelakan apa itu maya hingga kembali pada hal nyata .
saya salah .
saya hanya larut .

dan pada sesungguhnya . dia hanya ada dalam sudut ruang sana . berdiri . mempermainkan kenyamanan saya .
datang pergi . tiada berniat pergi ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar