Selasa, 24 September 2013

Sekali Lagi.... NGACA !!!

Sudah nonton Take Me Out Indonesia? Pasti sudah ya Kalau belum, well..intinya tentang 30 wanita single yang menilai  seorang pria. Kalau dirasa cocok, dia bisa tetap menyalakan lampunya, kalau tidak dia boleh mematikan lampunya tersebut. Siapa yang bertahan akan menjadi pasangan lelaki itu. Kurang lebih seperti itu, kalo mau kumplitnya, coba buka website aslinya aja …kayaknya siy ada. Pertama kali saya liat, awalnya siy lucu-lucu aja. Tapi lama kelamaan, enek! sebel! sampe mikir…IDIH!! SITU KECAKEPAN DEH!!! Memang siy, ada beberapa kandidat pria yang di tampilkan masuk dalam kategori enggak banget. Wajar kalo gak di pilih. Masalahnya, yang OK banget aja ada yang gak dilirik! Ouw My God…what’s wrong those 30 women ya??? Saya kasih tau ya…mbak-mbak…adek-adek…zeus-zeus semuanya…Situ ngaca dehhh…ngacaaaaa….yaelah! Seandainya ini bukan acara televisi mungkin kalian yang gak dipilih sama para pria tersebut. Alasannya lucu-lucu, ada yang bilang… ‘Sorry…gigi kamu tonggos” *Padahal yang komen begitu, giginya juga gak rapi-rapi amat, boss” Ada yang bilang….”Aduh, pakaian yang kam gunakan bikin saya ilfil…maaf yaaa” *Padahal, baju yang dia pake juga gak kalah bikin ilfil…sinting!…Baju kerlap-kerlip itu bukannya dipake kalo lagi dugem ya? entah kalaupun masih dugem sebutannya!” Tapi yang paling sering disebutkan adalah… “Apa bisaaaaa untuk masa depan sayaaaaa???” *Gak tau mau ngomong apa* 1. Saya tidak matreliastis, tapi saya cukup realistis…saya tau saya tidak mungkin memilih pengangguran untuk jadi pasangan hidup saya. 2. Saya menyesali kebanyakan peserta perempuan di acara tersebut, cantik…tapi sorry ya…Sist, kamu agak oon. Oh-oh..gak oon deh..tapi cukup bisa dikatakan..GOBLOK! 3. Saya bingung, apa iya semua perempuan sekarang udah gak mau berjuang ? Maunya terima beres dari suaminya dan ongkang-ongkang kaki? Saya rasa tidak! Banyak perempuan juga berkarier, membantu mencari nafkah..dan oya…masa depan??? TIDAK MUNGKIN KAMU MELETAKKAN MASA DEPAN KAMU PADA SEORANG SOSOK LELAKI JIKA KAMU JUGA TIDAK BERUSAHA!!! Yaelah….*tephok-tephok jidat* Yess, salah satu usahanya adalah mencari suami kaya lewat acara take me out itu…*pingsan dengan suksesnya* Masih banyak alasan yang bisa saya tulis untuk kembali menilai para peserta di acara tersebut. Saya rasa acara ini memalukan, bukan hanya memalukan kaum pria. Tapi juga kaum perempuan!!! Bayangkan, rasa-rasanya ke tiga puluh peserta itu mewakilkan perempuan Indonesah! Dan itu SALAH!!! Perempuan Indonesia terkenal dengan rasa sayang dan keibuannya kepada suami dan keluarga. Perempuan Indonesia akan tetap berkarir pol-polan! tapi tidak pernah melupakan rasa mengabdinya kepada suami dan menjadi ibu kepada anak-anaknya! Perempuan Indonesia itu cantik! Pintar! Punya harapan tinggi dan semangat yang gak gampang karatan….yang tidak akan menjadi ilfil hanya karena melihat sosok pria yang bekerja sebagai guru bahasa Jepang! Ehhh!! siapa tau guru bahasa Jepang itu cuma profesinya! aslinya dia mah anak dari sang empunya perusahaan dimana dia menjadi guru satu-satunya….Oohh…Situ boleh dehhh..sebel liat karyawan hotel yang cuma kerja jaga ruangan karaoke, tapi situ juga gak tau kan?? Siapa tau dia juga main saham! Dan uangnya??Bukan cuma puluhan juta…tapi ratusan!…Ohh..Kalao udah gitu? Nyesel gak??? Jadi sekali lagi, maaf ya…saya seperti emosi. Memang lucu buat hiburan. Tapi enek kalo ngeliat sampe abis! Saya juga gak tau sih..apa itu beneran atau cuma rekaya saja. Tapi semoga saja, acara ini tidak menjadi patokan bagi teman-teman saya yang single. Yang memang ingin segera mengakhiri masa lajangnya, kalau masih ingin single siyyy silakan jugaa..pilihan bukan Seorang teman saya pernah cerita… Perempuan umur 17 akan mengajikan pertanyaan..”Siapa saya?” Perempan umur 25 akan mengajukan pertanyaan..”Siapa luuuu???” Perempuan umur 35..akan mengajukan pertanyaan..”Siapa aja ???” Maaf, hehe..ini bukan bercandaan serius….intinya, Gals….ngaca dehh, ngacaaa…..iya, saya maksud N-G-A-C-A! Kamu merasa okey? Merasa cantik? Super duper sexy? Anak orang kaya? Pemegang warisan tunggal dari orang tua kamu??? Semuanya itu tidak akan ada apa-apanya jika kamu sama sekali gak tulus, gak real! Mau sampe kapan act like “Yang punya segala???” Padahal gak segalanya jugaaa punya eloooo, kalleeee Santay aja, try to see the big picture, not just the little object, not just the superior subject, ada condition, ada neighborhood….dan semua itu akan membuat dan membentuk kamu menjadi perempuan dengan kepribadian luar biasa. Sekali lagi, gak semua mesti tentang fisik kan? Gak semuanya mesti tentang uang kan? Uang memang segalanya…tapi segalanya juga tidak bisa dibandingkan dengan uang. Segalanya kamu mungkin beda dengan segalanya saya… Sekarang tergantung kamu….Segalanya kamu apa siy? Kalau segalanya kamu membuat kamu menjadi perempuan-perempuan gak asik yang terlalu banyak menuntut, yang merasa sempurna dan menuntut orang lain menjadi sempurna juga? Saran saya cuma satu….SERING -SERING NGACA!!! Moga-moga mata kamu gak buta, sehingga bisa menangkap keganjilan itu. Darling, apa yang terlihat begitu sempurna itu biasanya PALSU…jangan sampai kamu tertipu…Okey?

Minggu, 22 September 2013

Have I Told You Lately That I Love You.

What time you will know that your boyfriend is the one? You know, the one that you will spent your lifetime with?” Kemarin, seorang anak baru di kantor saya memberikan saya pertanyaan itu. Di dalam perjalanan pulang, di mobilnya yang ia kemudi. Saya lantas memasang muka aneh, tersenyum. Lantas menjawab. “You just know. That simple.” Teman saya yang ceriwis dan baru akan menginjak usia 22 di tahun ini lantas kembali bertanya. “How???” Saya kembali mengangkat bahu. Memasang muka geli, lantas kemudian berkata. “Sekarang kamu ngerasa cinta gak sama pacarmu?” “Baru putus, setelah pacaran 4 tahun. Yup, four f*cking years.” Jawabnya, dalam nada kesal. Oh…pantes… Baiklah. “Honestly, i can’t answer that question, darl. You just knew it…” “Mencintai, bukan karena kamu semata menyukai matanya, bibirnya, atau segala hal yang indah tentangnya…” “Mencintai, bukan karena  semata kamu menyukainya. Merindukannya. Tak sanggup melepaskannya.” “Terlebih lagi bukan karena kayaknya dia bakal jadi papa yang asik buat anak-anak kamu. Atau kamu pikir kamu takkan sanggup jika tak bersamanya, karena percayalah, akan ada masa di mana dia tidak akan semenarik itu…” “Tapi mencintai, karena ternyata kamu pikir kamu akan bisa bersama dengannya dalam waktu yang lama. Karena kamu dan dia akan saling berusaha, saling mengupayakan, dan saling menjaga. Kata saling, adalah kuncinnya…” “Mau saling intropeksi atas kesalahan yang kerap dilakukan, mau saling memaafkan saat marahan, mau saling mendengarkan jika hati panas dan emosi sedang labil…” Teman saya, mulai memandang saya dengan gamang di sela kemacetan mampang, untungnya lampu merah. “Mencintai, semacam terus mengenalnya dengan cara yang baru dan berbeda. Karena akan ada hal yang selalu kamu ingin tau. Yang ingin kamu temukan. Yang akan kamu adaptasi kembali.” “Mencintai adalah tentang saling selalu berusaha memikat hati pasangan, dengan cara apapapun. Dan kalian, tidak akan berhenti.” “Okey…now i get it” “Good.” “Now i dont feel miserable anymore because of my stupid broke up. Wanna know why?” Saya mengangguk. “Cos it was always me who is trying. I was the one who try to get to Jakarta, just because i wanna get closer to him. I was the one who always say i love you before we hang up the phone, and he just always  say like…ehemmm…Oh f*ck. It was always me. “ Saya mengelus bahunya. “You just open my eyes, Yess…Thanks!” Saya tersenyum. Tak lama kemudian saya kembali menoleh padanya. “And don’t get bored to say i love you. Just dont. Always…and i mean, always. Say it.” Teman saya hanya mengangguk sambil tersenyum.         So, Have i told you lately, that i love you? I love you. Yes…You, Yah

Aku si Miss Eyeliener :') Mereka Bilang

What are you doing? Tanya seorang teman saya ketika mendapati saya mengenakan celana panjang ke kantor, dengan blus sederhana yang menutupi tangan juga. Saya hanya menjengitkan alis saya, dan memasang muka bertanya. I said what are you doing? You dress like a virgin. Even a virgin could dress better than that! Katanya sembari menunjuk jijik kepada pakaian yang saya kenakan hari itu. Saya lantas tersenyum. Menatap teman saya dan berlalu begitu saja. Teman saya tampak kurang puas, dan dia menghampiri meja saya. You have a bitchi face. Make that perfect with that bitchy dress lah! Saya tergelak. Logat singlishnya yang khas, serta mukanya yang tampak gusar melihat gaya pakaian saya yang menurut saya sendiri sangat sederhana. I really not in the mood to dress up today. since i am not going anywhere, do you think i can stay with this outfit for a while? Depends on that a while thing. How long it take? Saya hanya mengedipkan mata, mengantarkan teman cantik saya ke mejanya, dan memaksanya kembali bekerja. There was a time when going to the office is fun. you can actually dress up, do you hair, put your make up, and make an experiment with shoes and bags. There was a i have to say very awsome time. Saya bahkan punya teman yang akan mengingatkan betapa sederhananya penampilan saya, betapa pucatnya lipstik saya, dan betapa tidak kerennya rambut saya. Iya, masa itu, saya sebut S-u-r-g-a. Tapi sekarang? *tarik nafas dalam-dalam* *hembuskan kembali diam-diam* Tanpa menyebutkan satu kalimat apapun, i have to say it’s kind a difficult to dress up. Kenapa? Ya soalnya gak lucu aja. Masak mau dress up sendirian? Kolega dan client aja gak heboh sama penampilan, masak kita mau sibuk matchingin tas sama sepatu. baju sama warna gincu? Gak seru lah…yang ada saya kayak ondel-ondel dengan bedak ketebelan. Diluar dari segala keluhan tentang challenge dan pressure di tempat yang sekarang.Saya rindu sekali punya penampilan sempurna. Saya kangen punya gank yang bisa ngingetin betapa caurnya dandanan kita hari ini. Atau betapa mereka gemes sama rambut saya yang lemes dan gak diapa-apain. Huhu. Ini bukan ngeluh ya. ini cerita. ini berbagi. Cuma sekedar sharing betapa buat saya, penampilan itu PENTING. well at least. Lets take a positive side. Ketika saya pertama kali bergabung di tempat ini. No body doing their face. But now? I am proudly said, i make the awareness of eyeliner. Haha! If life is all about bersyukur. Saya bersyukur bisa ngajarin teman-teman saya ini pake eyeliner. Mau yang cair, mau yang pensil. Yuk sini saya ajarin

Tentang Menjaga Perasaan

Saya mungkin mengawali peduli kepada perasaan orang lain sudah amat sangat terlambat. Sebelumnya saya juga termasuk yang main hajar bleh, bodo amat-an, dan gue-gue elo-elo sama orang lain. Sampa kemudian, saya membaca sebuah tulisan entah dimana yang mengatakan bahwa. Sebelumnya ketika mengucapkan sesuatu, cobalah berkaca terlebih dahulu. Sudah pantaskah kita mengucapkannya? Pada saat itu, yang terpikir di otak saya cuma se-egois ini: Ya Elah! Suka-suka gue juga kali mau ngomong apaan! Kenapa jadi ngaca dulu segala siy?!?! There. Stupid indeed. Tapi waktu berlalu, saya pun berganti teman. Saya belajar bahwa karakter, tidak bisa diubah. Itu sudah settingan unik dari Allah yang dibuat khusus untuk manusia tersebut. Beda dengan tabiat, ya. Menurut saya kita bisa melatih tabiat kita hingga lebih baik lagi. Lebih disukai orang. Lebih sabar. Lebih positif. Kemarin ini saya semacam ingin ketawa. Separuh sebel, separuh pengen jambak tuh orang, dan separuh lagi juga pengen ngaca *tetep* Gak gimana-gimana siy, saya juga kan gak kepengen udahlah capek-capek kasih komentar, gak taunya saya juga lebih busuk dari kelakuan orang itu. Iyah, belakangan saya sadar kasih komentar itu capek lo. Terlebih lagi jika gak ada seorang pun yang meminta kita berkomentar. Kontribusi yang percuma, kan? Saya gatel banget pengen menceritakan detail, gambaran, kejadian, pokoknya segala perintilannya juga. Tapi buat apa? :p Yang ada saya juga yang jatuhnya ngejelekin orang. Walaupun pada kenyataannya tuh orang udah jelek, ya. Tapi gak usah jugalah saya bahas rinci disini *dibakar massa* Okay, inti gak penting dari tulisan saya kali ini cuma satu. It is easy saying that i am a bitch and nothing you can do about it. Or probably by simply saying, i am brutally honest kind a person. So be aware! But at the end of the day, kita hidup tidak sendiri. Ada banyak orang disekitar kita yang akan berinteraksi dengan kita, yang juga bukan cuma membutuhkan kita tapi terlebih lagi kita yang membutuhkan dia. Ada bagusnyalah, mencamkan segala sesuatu yang ingin kita ucapkan. Jangan sampe pengen komentar ke orang, ujung-ujungnya malah situ sendiri yang kena, seperti kejadian di bawah ini.   “Astaga tuh perempuan, mulutnya lemes bangetttt, udah kayak petasan banting! Pedes!” Saya, yang notabene mendengarkan sambil lalu cuma berkata. “Situ hebat bener. Udah pernah makan petasan banting, ya? Sampe segitu taunya kalo rasanya pedes…”

Sabtu, 21 September 2013

hari terakhir saya berumur 18 tahun

02 oktober 2013 pukul 00:00 , hari terakhir saya berumur 18 . . ingin berbagi pengalaman, suka dan duka , cita dan suka selama setahun belakangan ini . . apa saja yang sudah tercapai dan belum tercapai dalam setahun ini . . . 1 2 3 goo ! Apa saja yang sudah tercapai, bek ? -bingung sih sebenernya mau jawab apa, great achievement that i've got is . . maybe , iam passed 4th term at my college . . hehe , kebanggaan kecil yang cukup membuat lega . . Mengingat semester laknat itu sudah lewat, mampu membuat saya bernafas sangat lega . . -IP alhamdulillah sudah mencapai target -Feminisme . hehe , iya deh iya, sekarang saya dandan. . merasa diri sudah lebih dewasa, nampaknya merubah gaya hidup saya . . salon it's not taboo anymore, saya sudah mulai ahli mengenakan make up , memadu madankan baju dan gak lagi bermoto T-shirt is the only one ! good point of all things -Lancar nyetir ? jakarta bandung saya sikat ! ;)))))) -Good relationship with frnds ? MUCH MUCH BETTER . . hhhe . . temen saya bertambah secara signifikan . . hhe . -menjaga emosi , cobaan yang datang bertubi ditahun ini sungguh besar manfaatnya pada saya . . menjaga emosi yang labil sekarang bukan menjadi barang baru . . hehe . . amien, ya Rabb ! saya bisa setenang ini sekarang . .cobaan yang Engkau berikan mendewasakan saya lebih matang lagi . . Apa yang belum dev ? - Berhemat, saya masih sering gak tau kemana uang saya pergi . . lapar mata melihat kopi yang satu cupnya 45 ribu ? atau froyo dengan harga 38 ribu satu cup ? belum bisa menahan . . hufff . . atau hanya sekedar menahan diri gak beli frutcy saat istirahat . . berhematlah nak ! -Belajar setiap hari, selama ini saya selalu mati-matian belajar disaat2 terakhir atau maksimal 2 minggu sebelum ujian . . cara belajar yang buruk , coba kalau saya seperti semester 2 ya ? belajar setiap hari . . pasti saya bisa mendapat IPk yang jauh lebih memuaskan . . penurunan dinamika belajar sangat saya rasakan tahun ini, banyak bolos kuliah, malas karena ngantuk, chatting dalam kelas . . Gulity pleasure . . Allah masih sangat sayang ma saya karena nilai saya masih memuaskan . . -mempertahankan hubungan . . saya sempat putus dengan si bull ! sekarang memang sudah berjalan kembali seperti adanya, namun berpisah berbulan bulan dengan si bul membuat lebih menghargai hubungan . . SAYANG Bensen ! Apa resolusi kamu, dev ? saya tidak akan membuat list disini, saya hanya ingin hidup saya lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitar saya, dan semua pencapaian saya diatas bisa saya capai kembali dan lebih baik lagi . . Untuk yang belum dicapai, mudah2an tahun ini bisa tercapai . . amien . . untuk semua yang sudah mengisi tahun ini menjadi penuh warna . . thx a lot ! semuanya mendewasakan saya . .

sebuah pengakuan jujur dari seorang DEVI !!!

"akhirnya saya menemukan titik lemah kamu, kamu tidak bisa jatuh, Devi ..." ucapan pembimbing akademik saya yang selalu terngiang di telinga saya hingga detik saat saya menerima KHS dengan nilai yang jauh dari ekspektasi saya, dan sejak itu saya mulai berfikir, ada yang salah dengan saya. Sebulan penuh cerita, demikianlah mungkin saya menyebutnya . . Atau 19 tahun penuh cerita ? sebutlah demikian jika anda mau . . Post ini mungkin mengiringi langkah saya 12 hari lagi menuju twenty something, umur 19 . . Dan nampaknya baik saya untuk sekedar menekan pause dan meneliti kembali apa saja yang sudah saya dapatkan di 18 tahun saya hidup dan apa saja yang telah berubah dari diri saya . . Sebuah kata sempat hilang dari kamus hidup saya beberapa bulan belakangan ini "kesederhanaan". Bukan dalam artian hidup saya glamour dan semacamnya, tapi saya lupa makna hidup sebenarnya . . Saya terlalu fokus untuk mengejar mimpi saya dan tanpa pernah menoleh kesamping bahwa ada hal yang sama pentingnya dibanding mengejar mimpi itu sendiri . . Setiap harinya pikiran saya disibukkan oleh bagaimana caranya mewujudkan semua mimpi saya. TITIK . yaa mungkin bisa dibilang hanya itu . . Positifnya adalah, memang saya mendapatkan hampir semua yang saya mau, negatifnya adalah saya lupa bahwa hidup itu lebih dari sekedar bermimpi dan mengejarnya . hidup itu adalah saat anda menikmati setiap inchi perjalanan yang sudah ALLAH berikan, hidup itu adalah saat membawa hidup ketingkat yang lebih tinggi lagi dengan cara yang saat anda menjalaninya pun membuat anda tersenyum. ya saya lupa . . . Hingga suatu hari, saya ditampar kuat oleh Maha Pencipta saya . . dan saya kembali tersadar bahwa kesederhanaan hidup jauh lebih penting dibandingnya mimpi itu sendiri . . Bahkan seorang Sir Alex Fergusson pun tidak bisa memenangkan segalanya, beliau pun harus pilih-pilih piala agar klub asuhannya bisa mendapatkan tempat di puncaknya . . Esensi mimpi itu sendiri bagi saya adalah tujuan, namun yang sebenarnya bernilai bukanlah berapa besarnya mimpi itu, tetapi betapa mahalnya harga sebuah pengalaman dari pengejaran mimpi . . Relax devi edelwies, break a leg, saat lo enjoy untuk mengejar sesuatu, disitu lo akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih bermakna . . Keep chasing your dream, and care around . . kalau kata Bung Uta Likumahuwa "esok kan masih ada . . . ." break a leg .

19 di 3 oktober :')

Pencapaian umur 19 . . . Sayapun susah untuk menjawabnya, yang jelas tahun ini cukup mendewasakan saya . . . Saya bukan tipe orang yang "berkoar" lewat social networking kalau saya ingin berubah, saya ingin menjadi lebih baik, saya berusaha menjadi lebih baik . . Namun percayalah kawan, saya selalu berusaha menjadi lebih baik disetiap nafas yang saya hirup . . . dan percayalah kawan, saya berusaha setengah jiwa raga saya untuk selalu menjadi pribadi yang baru disetiap harinya . . Mungkin tidak banyak, namun saya selalu berusaha mempelajari sesuatu yang baru setiap harinya dan bersyukur dimalam harinya saya masih bisa belajar hari ini.. (: Tahun ini mungkin cocok untuk dinobatkan sebagai perkembangan kepribadia, jika setahun yang lalu lebih pantas dinobatkan sebagai perubahan penampilan . . "You see my appearance with your eyes, but you see my personality by your heart" Berusaha menjadi lebih baik ditiap harinya.. Jika tahun lalu saya berhasil merubah penampilan, mningkatkan skill menyetir mobil dan segala hal yang bersifat kepuasan diri, tahun ini saya lebih menata hidup tentang bagaiman hubungan horisontal dan vertikal saya, dalam artian hubungan dengan lingkungan dan Allah pencipta saya . . Manajemen emosi yang semakin matang, kedekatan dengan Allah yang semakin hangat, hubungan dengan teman yang semakin tulus, hubungan dengan pacar yang semakin matang dan menjalin hubungan lagi dengan orang-orang yang sempat terlupakan masuk kedaftar "pencapaian" saya tahun ini.. Hal kecil memang, tapi suatu hal besar bagi hubungan pribadi saya secara horisontal dan vertikal . . Setiap sujud saya dengan Allah memberi makna lebih, setiap pelukan saya dengan siBul memberi suatu rasa syukur dan anugerah luar biasa, setiap waktu yang saya lalui bersama sahabat membuat saya lebih mengerti dan mengerti lagi arti kasih sayang, ekspresi kasih sayang terhadap keluarga yang sengaja saya luapkan berlebihan (saya hanya takut jika suatu saat saya tidak bisa memeluk orang tua saya lagi), dan berkata "hallo" lebih dulu kepada orang yang sudah lama tidak kontak . . Pencapaian sederhana dari seorang saya, mungkin tidak tepat jika disebut pencapaian, ini lebih disebut sebagai pengembangan diri . Hal kecil lainnya : Saya sudah bisa sedikit berhemat (walau frozen yoghurt, es krim, masih sangat menggoda iman menabung saya), saya lupa menaruh seperangkat alat make up saya dimana (menyadari bahwa diri tomboy saya memang susah hilang), rambut saya sudah mencapai punggung looo (menyadari bahwa semenjak balita saya tidak pernah memiliki rambut panjang), saya berhasil keluar dari zona aman saya dengan coloring rambut menjadi sedikit coklat (walau tidak terlalu terlihat, setidaknya rambut saya coklatan kok... hehe), saya tahun ini sudah bisa masak (setidaknya saya bisa memasak beberapa jenis makanan), belajar sudah hampir tiap hari.. (iya hampir tiap hari, tidak tiap hari hehe)... Hubungan dengan Bul ? terima kasih Allah SWT, engkau masih mengizinkan saya untuk bisa bersamanya . . Ia adalah kado yang tiada henti dari mulai ulang tahun saya ke 17 . . . Sampai jumpa di resolusi umur 20. . (semoga saya sudah sarjana...)

heeem I have name !

Njing, buruan dong njing filmnya udah mau mulai nih njing . . ahelah lama deh lo, nyet! buruan ngapa ! cepetan njinggg!!! Harry Potternya udah mau mulai nyett, ah anjing lo!" hmm , pernah denger gak ada orang ngomong gitu ? mulai dari ga sengaja denger, hingga mungkin kalian yang dipanggil begitu atau cara ngomong kalian begitu ? apapun, simpan saja jawabannya dihati kalian . . (: ini serius, tapi saya mendengar statement ini dengan kuping saya sendiri , dilontarkan oleh seorang wanita sekitar berumur 18-21 tahun kepada temannya yang masih didalam toilet . . Di Bioskop yang terletak dibilangan kuningan, jakarta selatan . . Entah harus merasa risih atau bagaimana, tapi suara itu seperti masih berkumandang di telinga saya . . Makanya saya memutuskan untuk menulis blog ini . . Mungkin yang dimaksudkan wanita itu tidak ingin menyinggung perasaan temannya yang sedang didalam toilet ya . . tapi ntah mengapa kenapa jadi saya yang risih, lalu berkaca pada diri sendiri "apa saya begitu ?" i am not saint, but i do know even a sinner deserves to get future . . Walau tidak separah diatas, tapi saya pernah menjadi kaum tersebut . . Memanggil orang tidak dengan namanya . . dengan panggilan yang terdengar buruk (mungkin tidak terdengar buruk bagi mereka atau saya, tapi terdengar buruk bagi mereka yang mendengar saya memanggil teman saya seperti itu) . . Tarolah "nyet" , "nyoot" , "nyong" dsb . . Walau jujur saya akui, hingga detik inipun mulut saya masih suka keceplosan memanggil sahabat-sahabat saya dengan panggilan tadi, atau secara tidak sengaja mengucap "anjing" saat bercanda . . Naturally, atau habit hidup di Jakarta . . Saya kurang tahu dengan jelas, tapi memang jakarta cukup keras dan tidak sopan sih . . Seiring dengan pendewasaan saya, masuklah saya kepada fase berfikir, bahwa penghargaan tinggi kepada manusia adalah memanggilnya dengan perkataan baik . . Maka, sekitar mulai 2 tahun lalu, saya mulai menata panggilan kepada teman-teman saya . . Hmm, jika boleh menyebut nama disini . . Let's start . . 1. Zulfikar Eka Putra, biasa dipanggil "panjul" oleh teman-teman SMAnya  . . Namun, saya memanggil dia dengan "Fiki" tanpa embel-embel "panjul" , ternyata lebih enak didengar . . hehe 2. Aditya Arief Nugraha . . biasa disapa dengan "kumis" semasa sekolah, membiasakan lidah saya untuk memanggilnya "adit" . . ternyata ia lebih menghargai itu . . (: 3. Rendi Agus Saputra , atau dulu dikenal dengan "bejo" , ternyata memanggilnya cukup dengan "rendi" membuat ia tampak lebih ganteng dimata saya . . HAHAHA 4. Reza Syah Putra, cukuplah memanggil ia dengan "giya" , lupakan panggilan "tokai" yang memang sangat tidak enak didengar . . hehehehehe  etc . .  mungkin teman-teman masih sering mendengar saya memanggil seseorang dengan panggilan buruk, it's so humanity pals . . perubahan itu tidak instan, apalagi untuk sebuah kebiasaan menahun . . mungkin butuh waktu tahunan juga . . (: tapi coba percayalah kawan, saya selalu mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik ditiap waktunya . . Bismillah . . (:

Jumat, 06 September 2013

MoodMakers

Sebagai seorang penulis, mood itu sangat penting. Baik atau nggak sebuah karya ditentuin banget sih sama mood. Karena sifatnya yang suka naik turun ini, jadi seorang penulis emang harus pinter membangun mood. You have to get your own moodmakers.

Waktu itu sempat baca dimana, lupa, tapi isi artikel itu adalah “You better write bad than nothing”. Tapi kalo saya sendiri sih selalu nyess banget gitu kalo liat tulisan sendiri jelek. Kayaknya nggak sesuai ekspektasi banget, dan saat diedit pun, akan berpeluang dirombak seluruhnya, dan bukannya per bagian.

Makanya itu, yang namanya moodmakers adalah krusial! (‘o’)9

Let’s ignite mood inside of you. What the most powerful thing or situation that makes your imagination sharper? Kalau saya, sih :

Great Playlist
Saya percaya teman baik penulis adalah playlist. Semakin baik playlist, semakin tajam kata-kata yang penulis keluarkan. Enaknya sih dengerin playlist langsung dari earphone dan dari gadget yang bersuara stereo. Kalo udah kayak gini, penulis bakal berasa di dunianya sendiri.

Past Diggers
Kenangan adalah bahan terbaik yang penulis punya untuk menyampaikan adegan atau menumbuhkan imajinasi. Kamu punya tempat yang cozy banget saat SMP? Kamar tidur kamu di rumah (bukan di kosan) yang pencahayaan dan aromanya mengingatkanmu pada beberapa adegan terpenting dalam hidupmu? Diary saat SD sampai SMP yang tiba-tiba kamu temukan saat beberes kosan? Gunakan ini semua sebagai moodmakersmu :)

Happy Belly
Lesu dan nggak ada inspirasi mungkin aja disebabkan kamu lagi laper. Mendingan pergi makan yang enak, traktir dirimu sendiri es krim cokelat karamel sesudahnya, dan setelah perutmu kenyang, kamu siap untuk menulis

Apalagi ya? Kayaknya yang top three saya memang ini. They never fails me. So what is your moodmakers? :D


-- hit me on @Deviselfishly
1. I Promise You - Nsync
Ini lagu mellow banget sih, pertama klik "shuffle" yang keluar malah se-gloomy ini :P Tapi lagu ini emang longlasting banget. Bahkan sempat saya masukin ke salah satu #LDRmixtape yang saya buat untuk pacaranLDR.

2. Somebody To Love - Justin Bieber
Yak, silahkan hina saya karena munculnya lagu ini dalam 10 random songs saya. But I do love  Justin Bieber's songs! Menurut saya sih, selama saya suka lagunya, dari penyanyi manapun pasti nggak masalah. Nggak peduli apakah mereka peyandang cacat, gay, atau jelek. I enjoy their song, not their life :D

3. Lalaland - Demi Lovato
Ini lagu pertama yang buat saya jatuh cinta sama Demi Lovato. Waktu pertama kali debut pake lagu ini, Demi cute banget! Bahkan saya dan pacar pertama kali klik karena Demi Lovato. Eh tapi sekarang, setelah album ke sekian, saya udah nggak suka selera gaya Demi Lovato lagi. But who cares with the style, I still sing her new songs :D

4. Secrets - Jordan Pruitt
Nggak kenal? Well, cuma orang-orang yang mengikuti perkembangan Disney yang tahu Jordan Pruitt :P  Dan saya adalah salah satunya. Well, walau sekarang udah lama nggak update sama musik-musik Disney, because all my favourite singers grow up and leave Disney :P Tapi saya punya beberapa lagu Jordan Pruitt karena suaranya yang berkarakter. Mukanya sekilas mirip sama Marley Rose yang di Glee lho! Walaupun versi ini, Jordan Pruitt kayaknya nggak bisa nari :P

5. Outside Of You - Hillary Duff
Oh my god! Ini playlist wajib waktu SMA kelas tiga. Ponsel saya waktu itu masih Nokia, dan isinya semua Hillary Duff. Saya menyukai lagu-lagunya yang enak dinyanyiin, nuansa elektro di album terakhir, dan lirik-lirik playfull. Oh I did love Hillary Duff!

6. 4 Minutes - Madonna, Justin Timberlake, Timbaland
Sebenernya lagu ini pengen saya skip. Tapi saya inget, saya kan lagi program ten shuffling. Jadi mau nggak mau ya saya catat. Bukaaan, buka nggak suka. Lagunya enak, semangat, tapi terlalu mainstream dan kayak udah nggak spesial aja gitu menurut saya :O

7. Overboard - Justin Bieber feat. Jessica Jarrel
Ini lagu saya dapet dari hasil cekokan salah satu sahabatnya pacar. Jadi waktu main ke kosannya, dia seperti biasa ngajak Youtube tour. Apa itu Youtube Tour? Jadi dia nunjukin beberapa lagu baru, cover keren, atau artis Youtube lainnya dengan leluasa, gegara speed internet dia kurang ajar banget cepetnya. Nah, salah satunya adalah lagu ini. Pas pertama denger, langsung bilang "Enak ya lagunya".

8. Kitto Mata Itsuka - Depapepe
Depapepe is genius! Saya suka banyak lagunya. Beberapa instrumental pembawa semangat, teman jalan yang enak, dan yang terpenting adalaha Depapepe enak banget dibuat nulis. Depapepe dan Yiruma adalah dua playlist yang wajib banget kalo mau nulis tanpa terganggung liriknya.

9. Track 02 - Kenny G
Aaakkk ini kebodohan banget, semua lagu Kenny G (yang satu ini dari album Paradise) nggak saya kasih judul .__. Jadi cuma ada nomor doang track 01, 02, dan seterusnya. Comment about this song? Well, Kenny G mah nggak usah diragukan lagi ya instrumentalnya emang keren dan enak didenger semua :D

10. Risk Your Life - BGM Ragnarok
Anjriiiit, ini tuh folder musik pas dulu masih pdkt sama kaaka @bensen tetangga gue gitu :P sampe akhirnya cinta gue ditolak walaupun gue sering nembak :p Jadi dulu dia saya anak game Ragnarok, dan sempet copy semua BGM nya karena doi sering ngomongin soal kota-kota di Ragnarok dan pendakian gunung2 gitu Beberapa yang saya ingat, kayak Pantera dan Al de Baran. Beberapa BGM nya sih enak, beberapa yang lain ya musik perang kayak gini ._.

See, you just need ten shuffle songs to ignite your memory :D

-- hit me on @Deviselfishly

It's Over Now

Selamat siang, kamu.
Iya kamu yang udah lama nemenin aku di belakangan ini dari jauh. Kamu yang selalu bisa bikin aku ketawa dan nyaman. Aku lagi nulis ini biar kamu mengerti sekali lagi. Dan nggak kehilangan fokus atas kejadian yang menimpa kita.

Aku sayang sama kamu. Kamu orang yang menyenangkan dan menghabiskan waktu sama kamu selalu buat aku menginginkan lebih banyak kebersamaan. Iya sih ada jarak, tapi kamu tau kan aku nggak pernah mempermasalahkan itu. Bahkan mungkin karena jarak lah, kita bisa bareng selama ini. Jarak itu harusnya disyukuri, bukan dikutuk.

Tapi, menyenangkan saja nggak pernah cukup buat aku. Selalu ada sikap yang aku cari dari kamu, dan aku nggak pernah dapet. Aku emang nggak pernah bilang, karena aku tahu rasanya kamu nggak mungkin punya sikap yang aku inginkan. Buat apa aku bilang terus malah bikin kamu kepikiran?

Aku pikir semua baik-baik aja tanpa sikap yang aku harapkan. Tapi ternyata nggak tuh. Di setiap kebersamaan kita, aku terus-terusan ragu. Apa benar kamu yang akan aku seriusin? Apa orang macam kamu yang bisa buat aku memutuskan untuk membangun keluarga? Kalo iya, kayak apa keluarga kita nanti? Saat aku lagi di masa kritis, apa kamu bisa membantuku? Apa aku sanggup?

Lihat kan, pertanyaan jenis ini terus berputar di kepalaku nggak ada habisnya. Seakan memang menegaskan bahwa sia-sia untuk terus memaksakan kehendak ke kamu.

Lalu, tiba-tiba dia datang. Orang yang sama sekali nggak aku prediksi bakal kutemui. Orang yang aku pikir akan berlalu sama kayak orang sebelumnya. Tapi, begitu ketemu dia, aku tahu semua yang aku inginkan, semua kehendakku, ada di dia. Aneh, karena aku terus-terusan mikirin dia di kepalaku.

Sekali lagi ini bukan tentang jarak. Bayangin deh, kalo kamu punya apa yang aku harapkan, mau sejauh apapun dan selama apapun menunggu kamu, aku akan tetap disini nggak kemana-mana. Tapi, tiba-tiba datang orang yang punya jawaban atas pertanyaan yang aku ajukan ke kamu. Lengkap. Seakan potongan puzzle di bagian krusial yang baru ketemu di tengah permainan.

Aku memindai hubungan kita sejak awal sampai sekarang, sekali lagi. Semua pertengkaran kita, masalah yang nggak pernah selesai karena kita memang beda sejak awal. Semua pertanyaan yang dulu aku gubris. Sekarang muncul ke permukaan, lalu menamparku dengan kenyataan realistis yang ada di depan.

Jadi, aku pikir memang kita harusnya sampai disini aja. Sebelum aku menyakiti kamu lebih lanjut. Sebelum aku menutup kemungkinan kamu menemui gadis yang sebenernya diciptakan untuk kamu. Sebelum aku menghambat kebahagiaan kamu lebih jauh lagi.

Kamu menyenangkan. Sangat menyenangkan.
Tapi tetap nggak cukup untuk seorang aku.

Salam buat kehidupan kamu di masa depan. Aku seneng bisa jadi bagian dari hidup kamu. Bahagia untuk ikut mendukung kamu di masa-masa sulit. Jadi sekarang aku pengen kamu bahagia aja sama diri kamu sendiri.

Mulai sekarang, maaf jalan kita sudah terpisah.
Good bye.

-- hit me on @Deviselfishly


Missing Puzzle

Komitmen memang hanya sebuah kata. Tapi bagi saya, komitmen selalu terlihat jauh. Rasanya itu sesuatu yang akan saya hadapi di masa depan. Yang pastinya nggak sekarang.

Walaupun begitu, saya selalu iri kalo liat pasangan yang baru menikah. Apalagi yang ditemani oleh derai tawa dan kecupan di dahi. Sering banget mikir, segitu bahagianya kah bisa settle down sama satu orang? Apa mereka nggak mikirin soal tanggung jawab dan pengekangan atas ambisi personal? Atau apakah menikah memang segitu bahagianya?

Saya bukan orang yang mau dengan sukarela menikah dengan pasangan. Ada berlapis-lapis pemikiran yang perlu dilalui saat memutuskan mengikat komitmen. Dan saya nggak mau menyesali keputusan di tengah perjalanan. Makanya ada banyak sekali kekhawatiran.

Sampai akhirnya ketemu kamu...

Rasanya benar, ketika kamu ketemu orang yang tepat, pikiran untuk menikah tiba-tiba datang. Nggak dalam waktu dekat pastinya (saya masih nggak mau nikah muda, ogah!), tapi bayangan untuk serius sama dia hadir begitu aja. Waktu bergulir saya mengenal dia, semakin saya mengagumi dan yakin dengan segala sifatnya. Sensasinya aneh banget bisa yakin gini sama orang yang bahkan saya belum kenal lama. Ajaibnya, semakin saya penasaran untuk mengeksplorasi prinsipnya, semakin saya jatuh pada pesonanya.

Mungkin ini kali ya yang membuat pasangan muda untuk memutuskan cepat menikah. Mereka masih getolnya mengeksplorasi sifat pasangan. Masih saling memuja satu sama lain, sedang dalam kasmaran penuh. Rasanya menyenangkan untuk bisa pulang ke rumah yang sama tiap hari dan tidur saling berpelukan.

Ini sensasi yang aku rasakan pas ketemu kamu.
Seakan memang puzzle yang aku cari ya ada di genggaman kamu.
And you drive me crazy to state yes in my heart for this kind of long commitment.

-- hit me on @Deviselfishly

Bikin Alaram Di Badan Kita Yuk

Beberapa tahun tergila-gila pada sains buat saya belajar banyak. Ada setumpuk fakta soal tubuh yang saya pelajari. Terlepas dari omongan sotoy dari iklan yang bilang tubuh kita harus diginiin atau digituin biar tetap sehat, saya lebih percaya pada fakta sains atau hasil pengalaman sendiri sih ya :P

Kayak siklus tubuh.
Saya percaya tubuh kita tuh punya siklusnya sendiri. Dan siklus tubuh tiap orang beda-beda. Siklus yang saya maksud disini lebih ke siklus ngantuk- tidur - bangun.

Ajaibnya, badan kita bisa lho diajarin kapan harus ngantuk, kapan harus tidur, atau kapan harus bangun. Saya biasanya buat alarm sendiri untuk badan saya. Kalo saya mau ngantuk, saya musti minum susu cokelat. Dan merknya harus susu cokelat Ultramilk. Kalo susu merk lain, nggak mempan. Nah, kalo mau melek, saya minum kopi. Untuk kopi, merk apa aja baru bisa.

Nah susu dan kopi ini jadi alarm saya setiap hari. Badan saya udah otomatis ngantuk sehabis minum susu cokelat. Dan langsung seger, otak bekerja dengan baik, serta pusing ilang kalo minum kopi. Dua minuman itu jadi dopping saya sehari-hari. Nggak bisa tuh kalo ilang satu :P

Alarm ini saya bikin bertahun-tahun yang lalu. Saya kecanduan kopi sejak SMP. Dulu berbekal icip-icip kopi bokap, eh jadi kecanduan. Setiap minum kopi, badan saya jadi seger atau setidaknya fokus. Untuk kopi sendiri, saya biasa minum Indocafe Coffeemix. Kafeinnya memang rendah. Tapi justru disitu bagusnya. Saya nggak berani membiasakan minum kopi berkafein tinggi. Karena badan pasti bakal kebal sama kopi sachet. Dan kalo udah gitu, nyari kopi berkafein tinggi kan mahal. Bisa modar saya :)))

Kebiasaan minum susu cokelat Ultramilk saya dateng pas jaman-jaman awal mula kuliah. Saya kan jurusan kimia murni yang tiap hari harus ke laboratorium. Di dalem sana ada banyak zat yang beracun dan bikin pingsan kalo nggak dinetralin sama susu. Makanya saya selalu bawa susu kotak kemana-mana biar nggak sempoyongan. Dan kebetulan, nyokap itu sedia stocknya cuma susu cokelat merk Ultramilk. Dan setelah pulang dari laboratorium, saya pasti pulang ke kosan, minum susu, trus langsung tidur. Ya udah, kebiasaan itu nempel sampe sekarang. Badan jadi nge-set badan untuk langsung tidur setelah minum susu :D

Oh, terus kita juga harus tahu siklus ngantuk badan kita. Pas begadang, coba perhatikan jam berapa kita melek dan jam berapa kita mulai ngantuk. Kalo saya, biasa ngantuk menjelang jam tiga dan subuh. Selebihnya mata seger banget. Jadi, kalo mau begadang, saya biasanya minum kopi di jam ngantuk saya ini. Jadi lebih efektif dan nggak bikin badan tambah "keracunan" :D

Nah, kalo kamu ada pengalaman bikin alarm di badan sendiri nggak? :D

-- hit me on @Deviselfishly

Kamis, 05 September 2013

apa cara ke 32 untuk menakhlukan hatimu @bensen doel


Kamu, pecinta kopi susu. Di setiap pagi, siang, dan soremu. Secangkir kopi susu; sesendok kecil kopi, susu, dan dua sendok kecil gula pasir, dilarutkan dalam air panas secangkir. Pas, seperti itu.

Kucoba untuk menakhlukkan hatimu. Menyediakan kopi susu yang kamu mau, untuk pagi, siang, dan soremu. Kuingat persis takaran kopi, susu, dan gula pasirnya. Semua biar pas seperti yang kamu suka.

Dan ya, kamu memang suka. Tapi tetap saja kamu memilih dia.

Baiklah, kalau kopi susu buatanku tidak menggoda, kupilih cara lainnya.

Kudengar kamu suka mengkoleksi lagu-lagu David Foster. Kamu berhasil mengkoleksinya, from A to Z. Lengkap, kecuali satu. Sebuah rekaman saat mini concert entah di belahan dunia mana. Katamu, “Susah banget nyarinya.” Dan saat itu aku bilang dalam hati, “Don’t go anywhere. Jangan repot-repot, biar aku yang mencarinya.”

Kugunakan seluruh kekuatan akun-akun media sosialku. Bertanya dimana bisa kutemukan CD yang kamu inginkan itu. Butuh waktu untuk berhasil menemukan dan merayu pemiliknya untuk memberikannya padaku dengan imbalan yang akhirnya menguras dompetku.

Apa kamu tahu, kalau aku tak peduli semua itu asal bisa menakhlukkan hatimu?

Seperti yang kubayangkan, bibirmu tersenyum senang saat menerimanya. Dengan hati riang, kamu mengecup kedua pipiku cepat-cepat dan segera masuk ke dalam mobilmu untuk mendengarkannya. Aku ikut senang, luar biasa. Tapi tetap saja, di dalam mobil, kamu malah menelepon dia. Berkata, “Aku dapet hadiah, CD yang aku suka!” Lalu wajahmu terlihat lebih sumringah saat berbincang dengannya. Sial!

Bagaimana lagi aku bisa menakhlukkan hatimu?
Karena aku sudah tak tahu lagi bagaimana caranya.

Menakhlukkan lelaki sebaik dan setampan dirimu,

Yang begitu mencintai kekasihmu.

Lelaki beruntung itu
Oh, aku tahu! Kamu suka perempuan berambut panjang dengan poni terlempar ke samping kanan, ala perempuan-perempuan di Charlie’s Angels, saat semua televisi masih berlayar cembung. Dengan penuh pengorbanan, kupanjangkan rambutku yang semula pendek setelinga. Kupanjangkan sampai menjelang pundak lalu mendatangi salon dan berkata, “Tolong dikasih hair extension dong, Mbak!” Supaya tak perlu menunggu setahun lamanya untuk mendapatkan model rambut perempuan yang kamu suka.

Berjam-jam di salon akhirnya aku berhasil juga pulang ke rumah dengan rambut ala Farah Fawcett yang kamu suka. Risih, tentu. Perempuan tomboy sepertiku dengan rambut berkibar-kibar seperti ini, membuatku merasa seperti banci. Tapi demi kamu, menakhlukkan hatimu, akan kulakukan semua itu.

Saat kupamerkan di depanmu, kamu tersenyum dan berkata, “Feminin sekali. Cantik!” Aku tersenyum senang. Sangat senang, sampai akhirnya aku tahu, itu tak membuatmu memilihku. Kamu masih memilih dia. Bukan aku

Ah, sesungguhnya aku mulai lelah. Dua tahun mencoba menggoda hatimu dan menakhlukkanmu supaya jatuh di dalam pelukku, tapi tetap saja kamu setia pada kekasihmu.

Mulai dari mencoba memakai stiletto sampai memakai anting-anting seperti perempuan lainnya. Menaburkan bedak setiap hari dan memulas lipstick warna merah muda yang alami. Menjadi pelawak yang bisa menceriakan hatimu sampai tong sampah yang bisa menampung seluruh keluh kesahmu. Rajin turun ke dapur, mencoba resep-resep masakan yang kamu suka, sampai menemani hobi menontonmu.

Sudah kulakukan semua cara untuk menakhlukkan hatimu. Sudah puluhan cara, tapi tetap tak bisa.

Kamu tetap memilih dia, kekasih yang ternyata begitu kamu cinta

Sudah dua tahun dan aku mulai lelah. Juga mulai kehilangan akal, bagai.mana cara bisa menakhlukkan hatimu dan membuatmu berpaling dari kekasihmu.

Begini saja. Sekarang aku tanya. “Apa cara ke-32 untuk menakhlukkanmu?”

Karena aku sudah tak tahu lagi bagaimana caranya.

Menakhlukkan lelaki sebaik dan setampan dirimu,

Yang begitu mencintai kekasihmu.

Lelaki beruntung itu

selalu ingin kembali padamu

Aku tahu sudah lama kita bersama, menjalani satu hari penuh dengan bahagia seolah tak ada dosa, meski sebenarnya, pada dunia kita berdusta.
Empat tahun kita bersama, betulkah hanya kebisaan terakhirku yang tak kamu suka? Aku… hanya bisa meminta maaf.
Tahukah kamu bahwa di sana pun aku tak bahagia, aku masih memikirkan kamu yang kutinggal, memikirkan hari yang lambat laun bergerak maju, hingga tanggal tua tiba dan aku dapat segera melaju. Menuju kamu yang di sana, yang sesampainya di situ selalu menyuguhkan aku segelas air putih untuk berkumur dulu.
Tahukah kamu bahwa ini semua hanyalah kamuflase, karena orang tua kita yang tak saling setuju? Aku hanya ingin kamu tahu itu. Dan moga-moga, empat minggu adalah waktu yang cukup untuk mengumpulkan kembali kangen dan menyusun balok-balok rindu kita itu.
Semua kebiasaanku, kamu tahu.
Semua kesukaanku, kamu juga tahu.
Tapi pernahkah kamu mencoba menyelinap masuk ke dalam pikiranku, sehingga kamu menjadi sosok yang yakin pada sebuah isi hati yang seringkali tak sanggup ku berangus? Atau pernahkah kamu mencoba belajar ilmu membaca pikiran untuk sekedar tahu apa yang ada di bawah alam bawah sadarku?
Karena tak pernah, aku akan memberi tahu.
Pikiranku selalu berceloteh riang saat akhir bulan datang karena aku dapat melihatmu, dan menjemputmu menuju kebahagiaan. Segala aktivitas kantoran seolah hilang, lenyap tak berbekas. Tapi sejurus kemudian aku tahu terkadang aku takut, takut semua kebiasaan ini terkoak, dan ini semua menjadi berita yang marak.
Tapi aku akan tetap selalu datang, dan sebisa mungkin menahan keinginan untuk tetap tinggal. Selalu ada luka yang membekas, dan keinginan untuk menempelkan bayanganku padamu, dan bayanganmu padaku, hingga kita selalu dekat, dan waktu pun terasa tak berjarak. Sehingga rindu yang kita semai bersama-sama dapat bersemi dan kita saksikan setiap waktunya, dan aku dapat hidup dengan tenang di setiap detiknya.
Moga-moga kamu tahu. Aku selalu ingin kembali padamu.
Bukan padanya, atau pada siapapun.
***

hi dad :')

Hey, Dad!
It’s your (not so) little girl, DEVI And I am missing you like too much.
Today is your birthday 01 05 1970. You are supposed to be here, celebrate this beautiful day with us; your daughters, sons, and the grandkids. You are supposed to be here and blow the birthday candle with us. Cut the birthday cake, spoon it to your little baby grand daughter and son, and kiss them gently in the forehead. What a perfect birthday, ah Dad?
But, life is not perfect, isn’t it?
You are not here. You are no longer here.
You are now spending the rest of your times in Heaven while I am still here; saving all the good deeds as a one way ticket to your place someday.
You’re in heaven.
I’m in too far from heaven.
Life is never perfect. It is just beautiful, sometimes. Messy, most of the times. But every moment we have shared for 30 years of my life been unforgetable. I won’t replace them for anything, except that guaranteed one way ticket to heaven so I can be with you and spend the rest of our waiting days together
Dad...
Since we are now too far apart, let me just send you the prayers. Wish we could be together someday with the rest of our family. Celebrate not just your birthday, but any ordinary days together. love you, Dad.
I miss you so much.
Take care. And I’ll see you again, someday.
Or I’ll see you again… any minute now, in my dream.
*peluk cium*