Minggu, 22 September 2013
Have I Told You Lately That I Love You.
What time you will know that your boyfriend is the one? You know, the one that you will spent your lifetime with?”
Kemarin, seorang anak baru di kantor saya memberikan saya pertanyaan itu. Di dalam perjalanan pulang, di mobilnya yang ia kemudi.
Saya lantas memasang muka aneh, tersenyum. Lantas menjawab.
“You just know. That simple.”
Teman saya yang ceriwis dan baru akan menginjak usia 22 di tahun ini lantas kembali bertanya.
“How???”
Saya kembali mengangkat bahu. Memasang muka geli, lantas kemudian berkata.
“Sekarang kamu ngerasa cinta gak sama pacarmu?”
“Baru putus, setelah pacaran 4 tahun. Yup, four f*cking years.”
Jawabnya, dalam nada kesal.
Oh…pantes…
Baiklah.
“Honestly, i can’t answer that question, darl. You just knew it…”
“Mencintai, bukan karena kamu semata menyukai matanya, bibirnya, atau segala hal yang indah tentangnya…”
“Mencintai, bukan karena semata kamu menyukainya. Merindukannya. Tak sanggup melepaskannya.”
“Terlebih lagi bukan karena kayaknya dia bakal jadi papa yang asik buat anak-anak kamu. Atau kamu pikir kamu takkan sanggup jika tak bersamanya, karena percayalah, akan ada masa di mana dia tidak akan semenarik itu…”
“Tapi mencintai, karena ternyata kamu pikir kamu akan bisa bersama dengannya dalam waktu yang lama. Karena kamu dan dia akan saling berusaha, saling mengupayakan, dan saling menjaga. Kata saling, adalah kuncinnya…”
“Mau saling intropeksi atas kesalahan yang kerap dilakukan, mau saling memaafkan saat marahan, mau saling mendengarkan jika hati panas dan emosi sedang labil…”
Teman saya, mulai memandang saya dengan gamang di sela kemacetan mampang, untungnya lampu merah.
“Mencintai, semacam terus mengenalnya dengan cara yang baru dan berbeda. Karena akan ada hal yang selalu kamu ingin tau. Yang ingin kamu temukan. Yang akan kamu adaptasi kembali.”
“Mencintai adalah tentang saling selalu berusaha memikat hati pasangan, dengan cara apapapun. Dan kalian, tidak akan berhenti.”
“Okey…now i get it”
“Good.”
“Now i dont feel miserable anymore because of my stupid broke up. Wanna know why?”
Saya mengangguk.
“Cos it was always me who is trying. I was the one who try to get to Jakarta, just because i wanna get closer to him. I was the one who always say i love you before we hang up the phone, and he just always say like…ehemmm…Oh f*ck. It was always me. “
Saya mengelus bahunya.
“You just open my eyes, Yess…Thanks!”
Saya tersenyum. Tak lama kemudian saya kembali menoleh padanya.
“And don’t get bored to say i love you. Just dont. Always…and i mean, always. Say it.”
Teman saya hanya mengangguk sambil tersenyum.
So, Have i told you lately, that i love you?
I love you. Yes…You, Yah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar