Sabtu, 21 September 2013
sebuah pengakuan jujur dari seorang DEVI !!!
"akhirnya saya menemukan titik lemah kamu, kamu tidak bisa jatuh, Devi ..."
ucapan pembimbing akademik saya yang selalu terngiang di telinga saya hingga detik saat saya menerima KHS dengan nilai yang jauh dari ekspektasi saya, dan sejak itu saya mulai berfikir, ada yang salah dengan saya.
Sebulan penuh cerita, demikianlah mungkin saya menyebutnya . . Atau 19 tahun penuh cerita ? sebutlah demikian jika anda mau . .
Post ini mungkin mengiringi langkah saya 12 hari lagi menuju twenty something, umur 19 . . Dan nampaknya baik saya untuk sekedar menekan pause dan meneliti kembali apa saja yang sudah saya dapatkan di 18 tahun saya hidup dan apa saja yang telah berubah dari diri saya . .
Sebuah kata sempat hilang dari kamus hidup saya beberapa bulan belakangan ini "kesederhanaan". Bukan dalam artian hidup saya glamour dan semacamnya, tapi saya lupa makna hidup sebenarnya . .
Saya terlalu fokus untuk mengejar mimpi saya dan tanpa pernah menoleh kesamping bahwa ada hal yang sama pentingnya dibanding mengejar mimpi itu sendiri . . Setiap harinya pikiran saya disibukkan oleh bagaimana caranya mewujudkan semua mimpi saya. TITIK . yaa mungkin bisa dibilang hanya itu . . Positifnya adalah, memang saya mendapatkan hampir semua yang saya mau, negatifnya adalah saya lupa bahwa hidup itu lebih dari sekedar bermimpi dan mengejarnya . hidup itu adalah saat anda menikmati setiap inchi perjalanan yang sudah ALLAH berikan, hidup itu adalah saat membawa hidup ketingkat yang lebih tinggi lagi dengan cara yang saat anda menjalaninya pun membuat anda tersenyum.
ya saya lupa . . .
Hingga suatu hari, saya ditampar kuat oleh Maha Pencipta saya . .
dan saya kembali tersadar bahwa kesederhanaan hidup jauh lebih penting dibandingnya mimpi itu sendiri . . Bahkan seorang Sir Alex Fergusson pun tidak bisa memenangkan segalanya, beliau pun harus pilih-pilih piala agar klub asuhannya bisa mendapatkan tempat di puncaknya . . Esensi mimpi itu sendiri bagi saya adalah tujuan, namun yang sebenarnya bernilai bukanlah berapa besarnya mimpi itu, tetapi betapa mahalnya harga sebuah pengalaman dari pengejaran mimpi . .
Relax devi edelwies, break a leg, saat lo enjoy untuk mengejar sesuatu, disitu lo akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih bermakna . . Keep chasing your dream, and care around . .
kalau kata Bung Uta Likumahuwa "esok kan masih ada . . . ." break a leg .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar